ARTIKEL PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

ARTIKEL PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

Master Teknologi Informasi Jaringan

Beranda Elemen - Elemen Sistem informasi 13 Soft Copy Device Generasi komputer dari 1-5 Struktur dan Fungsi Komputer Jaringan komputer Cara Mempercepat IDM Software Terbaru 2012 harddisk terkini dan teranyar Green ICT
Jaringan komputer
Jaringan komputer (jaringan) ialah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain guna dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan bisa mengakses informasi(peramban web).[1] Tujuan dari jaringan komputer merupakan[1]
Agar dapat menjangkau tujuannya, masing-masing bagian dari jaringan komputer bisa meminta dan menyerahkan layanan (service).[1] Pihak yang meminta/menerima layanan dinamakan klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan dinamakan peladen (server).[1] Desain ini dinamakan dengan sistem client-server, dan dipakai pada nyaris seluruh software jaringan komputer.[1]
Dua buah komputer yang setiap mempunyai sebuah kartu jaringan, lantas dihubungkan melewati kabel maupun nirkabel sebagai medium transmisi data, dan ada perangkat empuk sistem operasi jaringan akan menyusun sebuah jaringan komputer yang sederhana.[2]: Apabila hendak membuat jaringan komputer yang lebih luas lagi jangkauannya, maka dibutuhkan peralatan tambahan laksana Hub, Bridge, Switch, Router, Gateway sebagai perlengkapan interkoneksinya.[2]

Sejarah jaringan komputer

SMK TERKEREN MAJALENGKA

ini model Distributed Processing
Sejarah jaringan komputer berawal dari lahirnya konsep jaringan komputer pada tahun 1940-an di Amerika yang digagas oleh suatu proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group penelitian Universitas Harvard yang dipimpin profesor Howard Aiken.[3] Pada awalnya proyek itu hanyalah hendak memanfaatkan sebuah perlengkapan komputer yang mesti digunakan bersama.[3] Bagi mengerjakan sejumlah proses tanpa tidak sedikit membuang masa-masa kosong dibuatlah proses berturut-turut (Batch Processing), sehingga sejumlah program dapat dijalankan dalam suatu komputer dengan kaidah antrian.[3]
Kemudian ditahun 1950-an saat jenis komputer mulai berkembang hingga terciptanya super komputer, maka suatu komputer mesti melayani sejumlah tempat yang terdapat (terminal), untuk tersebut ditemukan konsep penyaluran proses menurut masa-masa yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System).[4] Maka guna kesatu kalinya format jaringan (network) komputer diaplikasikan.[4] Pada sistem TSS sejumlah terminal terhubung secara seri ke suatu komputer atau perlengkapan lainnya yang terhubung dalam sebuah jaringan (host) komputer.[4] Dalam proses TSS mulai tampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada tadinya berkembang sendiri-sendiri.[4] Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) menyimpulkan untuk menyelenggarakan riset yang bertujuan guna menghubungkan sebanyak komputer sehingga menyusun jaringan organik pada tahun 1969.[5] Program penelitian ini dikenal dengan nama ARPANET.[5] Pada tahun 1970, telah lebih dari 10 komputer yang sukses dihubungkan satu sama lain sampai-sampai mereka dapat saling berkomunikasi dan menyusun sebuah jaringan.[5] Dan pada tahun 1970 tersebut juga sesudah beban kegiatan bertambah tidak sedikit dan harga perlengkapan komputer besar mulai terasa paling mahal, maka mulailah dipakai konsep proses penyaluran (Distributed Processing).[3] Dalam proses ini sejumlah host komputer menggarap sebuah kegiatan besar secara paralel guna melayani sejumlah terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer.[3] Dalam proses penyaluran sudah mutlak dibutuhkan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, sebab di samping proses yang mesti didistribusikan, seluruh host komputer mesti melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.[3]


Ini ialah Model Time Sharing System (TSS)
Pada tahun 1972, Roy Tomlinson sukses menyempurnakan program surat elektonik (email) yang dibuatnya satu tahun yang lalu guna ARPANET.[5] Program itu begitu gampang untuk digunakan, sampai-sampai langsung menjadi populer.[5] Pada tahun yang sama yakni tahun 1972, ikon at (@) pun diperkenalkan sebagai emblem penting yang menunjukan “at” atau “pada”.[5] Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat.[5] Komputer University College di London adalahkomputer kesatu yang terdapat di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet.[5] Pada tahun yang sama yakni tahun 1973, dua orang berpengalaman komputer yaitu Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah usulan yang lebih besar, yang menjadi cikal akan pemikiran International Network (Internet).[5] Ide ini dipresentasikan guna kesatu kalinya di Universitas Sussex.[5] Hari bersejarah berikutnya ialah tanggal 26 Maret 1976, saat Ratu Inggris sukses mengirimkan surat elektronik dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern.[5] Setahun kemudian, telah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET menyusun sebuah jaringan atau network.[5]


Peta logika dari ARPANET
Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, membuat newsgroups kesatu yang diberi nama USENET (User Network) pada tahun 1979.[6] Tahun 1981, France Telecom membuat sesuatu urusan yang baru dengan mengenalkan telepon televisi kesatu, di mana orang dapat saling menelepon yang juga bersangkutan dengan video link.[6]
Seiring dengan meningkatnya komputer yang menyusun jaringan, diperlukan sebuah protokol sah yang dapat dinyatakan dan diterima oleh seluruh jaringan.[6] Bagi itu, pada tahun 1982 disusun sebuah Transmission Control Protocol (TCP) atau lebih dikenal dengan sebutan Internet Protocol (IP) yang anda kenal sampai saat ini.[6] Sementara itu, di Eropa hadir sebuah jaringan serupa yang dikenal dengan Europe Network (EUNET) yang mencakup wilayah Belanda, Inggris, Denmark, dan Swedia.[6] Jaringan EUNET ini meluangkan jasa surat elektronik dan newsgroup USENET.[6]
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan Sistem Penamaan Domain atau domain name system, yang sekarang kita kenal dengan DNS.[5] Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada telah melebihi 1000 komputer lebih.[5] Pada 1987, jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10000 lebih.[5]
Jaringan komputer terus berkembang pada tahun 1988, Jarkko Oikarinen seorang berkebangsaan Finlandia mengejar sekaligus mengenalkan Internet Relay Chat atau lebih dikenal dengan IRC yang memungkinkan dua orang atau lebih pemakai komputer bisa berinteraksi secara langsung dengan ekspedisi pesan (Chatting ).[6] Akibatnya, setahun lantas jumlah komputer yang saling bersangkutan melonjak 10 kali lipat.[6] tak tidak cukup dari 100000 komputer menyusun sebuah jaringan.[6] Pertengahan tahun 1990 adalahtahun yang sangat bersejarah, saat Tim Berners Lee merancang suatu programe penyunting dan pengembara yang bisa menjelajai komputer yang satu dengan yang lainnya dengan menyusun jaringan.[6] Programe berikut yang dinamakan Waring Wera Wanua atau World Wide Web.[6]
Komputer yang saling tersambung menyusun jaringan sudah mendahului sejuta komputer pada tahun 1992.[5] Dan pada tahun yang sama hadir istilah surfing (menjelajah).[5] Dan pada tahun 1994, situs-situs di internet sudah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan guna kesatu kalinya melakukan pembelian barang melalui internet atau virtual-shopping atau e-retail hadir di situs.[5] Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang pun sekaligus tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0.[5]
Klasifikasi


Contoh model jaringan Klien-Server
Klasifikasi jaringan komputer terbagi menjadi :
Berdasarkan geografisnya, jaringan komputer terbagi menjadi Jaringan distrik lokal atau Local Area Network (LAN), Jaringan distrik metropolitan atau Metropolitan Area Network (MAN), dan Jaringan distrik luas atau Wide Area Network (WAN).[7][8] Jaringan distrik lokal]] adalahjaringan milik individu di dalam suatu gedung atau lokasi yang berukuran sampai sejumlah 1 - 10 kilometer.[7][3] LAN seringkali dipakai untuk menghubungkan komputer-komputer individu dan stasiun kerja (workstation) dalam kantor sebuah perusahaan atau pabrik-pabrik guna memakai bareng sumberdaya (misalnya pencetak (printer) dan saling bertukar informasi.[3] Sedangkan Jaringan distrik metropolitan adalahperluasan jaringan LAN sehingga merangkum satu kota yang lumayan luas, terdiri atas puluhan gedung yang berjarak 10 - 50 kilometer.[8][7] Kabel transmisi yang digunakan ialah kabel serat optik (Coaxial Cable).[8] Jaringan distrik luas Merupakan jaringan antarkota, antar propinsi, antar negara, bahkan antar benua.[8] Jaraknya dapat mencakup semua dunia, contohnya jaringan yang menghubungkan seluruh bank di Indonesia, atau jaringan yang menghubungkan seluruh kantor Perwakilan Indonesia di semua dunia.[8] Media transmisi utama ialah komunikasi lewat satelit, tetapi tidak sedikit yang mengandalkan koneksi serat optik antar negara.[8]
Berdasarkan fungsi, terbagi menjadi Jaringan Klien-server (Client-server) dan Jaringan Ujung ke ujung (Peer-to-peer).[8] Jaringan klien-server pada ddasaranya terdapat satu komputer yang disiapkan menjadi peladen (server) dari komputer lainnya yang sebagai klien (client).[8] Semua permintaan layanan sumberdaya dari komputer klien mesti dilewatkan ke komputer peladen, komputer peladen ini yang akan menata pelayanannya.[8] Apabila komunikasi permintaan layanan paling sibuk bahkan dapat disiapkan lebih dari satu komputer menjadi peladen, sampai-sampai ada pembagian tugas, contohnya file-server, print-server, database server dan sebagainya.[8] Tentu saja konfigurasi komputer peladen seringkali lebih dari konfigurasi komputer klien baik dari sisi kapasitas memori, kapasitas cakram keras {harddisk), maupun kecepatan prosessornya.[8] Sedangkan jaringan ujung ke ujung itu diperlihatkan dengan komputer-komputer saling mendukung, sampai-sampai setiap komputer bisa meminta pemakaian bareng sumberdaya dari komputer lainnya, begitu pula harus siap melayani permintaan dari komputer lainnya.[8] Model jaringan ini seringkali hanya dapat diterapkan pada jumlah komputer yang tidak terlampau banyak, maksimum 25, sebab komunikasi bakal menjadi rumit dan macet apabila komputer terlampau banyak.[8]
Berdasarkan topologi jaringan, jaringan komputer dapat dipisahkan atas[3]:
Topologi bus
Topologi bintang
Topologi cincin
Topologi mesh
Topologi pohon
Topologi linier
Berdasarkan penyaluran sumber informasi/data
Jaringan terpusat
Jaringan ini terdiri dari komputer klien dan peladen yang mana komputer klien yang bermanfaat sebagai perantara guna mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer peladen.[9]
Jaringan terdistribusi
Merupakan perpaduan sejumlah jaringan terpusat sampai-sampai terdapat sejumlah komputer peladen yang saling bersangkutan dengan klien menyusun sistem jaringan tertentu.[9]
Berdasarkan media transmisi data
Jaringan Berkabel (Wired Network)
Pada jaringan ini, guna menghubungkan satu komputer dengan komputer lain dibutuhkan penghubung berupa kabel jaringan.[9] Kabel jaringan bermanfaat dalam mengirim informasi dalam format sinyal listrik antar komputer jaringan.[9]
Jaringan nirkabel(Wi-Fi)
Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik.[9] Pada jaringan ini tidak dibutuhkan kabel guna menghubungkan antar komputer sebab menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengantarkan sinyal informasi antar komputer jaringan.

Komentar